Thohari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Pamong Belajar Menangis, Karena Tidak Bisa Menulis

Pamong Belajar Menangis, Karena Tidak Bisa Menulis

Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masarakat (Dit. PGTK PAUD dan Dikmas), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mengadakan bimbingan teknis pengembangan profesi bagi Penilik dan Pamong Belajar pada hari Selasa sampai dengan Jumat, 18 sampai dengan 20 September 2019 di Hotel Allium Tangerang bekerja sama dengan Tim Media Guru. Kegiatan ini memang bukan yang pertama, untuk Penilik sudah sampai angkatan IV, sedangkan bagi Pamong Belajar kegiatan ini merupakan pada angkatan ke II. kegiatan ini diikuti oleh 40 orang Penilik dan 40 orang Pamong Belajar dari berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu tujuan kegiatan bimbingan teknis pengembangan profesi bagi Penilik dan Pamong Belajar adalah melatih para Penilik dan Pamong Belajar untuk bisa menulis Buku, yang bisa mereka gunakan dalam angka kreditnya dai unsur pengembangan profesi.

Penulis adalah salah satu Pamong Belajar dari sanggar kegiatan belajar (SKB) Gudo Jombang yang menjadi peserta dari kegiatan bimbingan teknis pengembangan profesi kerjasa sama antara Ditjen GTK PAUD dan Dikmas dengan Media Guru. Kegiatan menulis tidak membutuhkan bakat tertentu tapi yang dibutuhkan adalah kemauan yang kuat oleh calon penulis itu sendiri, setidaknya itulah yang disampaikan oleh Sri Subekti, salah satu narasumber dari tim Media Guru. Hal itu memang benar, banyak Pamong Belajar yang menangis karena belum terpenuhinya poin angka kredit dari unsur pengembangan profesi ketika mau naik pangkat dan jabatan.

Ketika ditanya penyebab tidak terpenuhinya poin angka kredit dari unsur pengembangan profesi, Pamong Belajar memiliki seribu alasan yang berbeda masing-masing individunya. Karena terlalu banyak kegiatan di SKB, karena terlalu sibuk menguurus program di SKB, karena mengurus kegiatan di SKB membutuhkan tenaga dan pikiran yang berlebih sehingga tidak sempat membuat karya tulis dari unsur pengembangan profesi. Kalau pertanyaan dibalik, dengan banyaknya kegiatan di SKB, maka seharusnya banyak hal yang bisa dijadikan bahan untuk menulis. Tulisan-tulisan itu tidak harus berupa buku, namun bisa juga bisa berupa karya tulis ilmiah, makalah, ataupun juga bisa berupa modul.

Kunci utama menulis, adalah kemauan dari individu masing-masing untuk menuangkan gagasan, ide, dan segala hal yang ada dalam pikiran kita. Narasumber dari Media Guru telah menampilkan karya-karya dari teman-teman Pamong Belajar angkatan I bimbingan teknis pengembangan profesi Pamong Belajar yang siap cetak, dengan maksud teman-teman termotivasi menulis dan terus menulis. Ada hal yang mengharukan, ketika tidak sengaja tim media guru menampilkan karya buku yang telah ditulis oleh seorang Pamong Belajar angkatan I bimbingan teknis pengembangan profesi Pamong Belajar dari SPNF SKB Klaten, Agus Riyanta, S. Pd dengan judul Implementasi Pendidikan Etika dalam Program Pendidikan Nonformal yang ternyata beliau telah meninggal dunia pada 09 Agustus 2019. Buku Implementasi Pendidikan Etika dalam Program Pendidikan Nonformal adalah karya buku pertama dan terakhir yang telah beliau tulis bersama Tim Media Guru.

Sekali lagi, menulis dan menghasilkan karya itu wajib teman-teman pamong Belajar. Tidak ada lagi Pamong Belajar yang menangis karena tidak bisa naik pangkat dan jabatan karena tidak terpenuhinya poin angka kredit dari unsur pengembangan profesi. Kalau belum bisa menulis buku yang diterbitkan dan diedarkan dalam skala nasional, kita mulai dari menulis artikel, maakalah, dan juga modul yang diterbitkan dan digunakan di masing-masing lembaga. Ketika kelak sudah terbiasa menulis, secara perlahan memulai untuk menulis karya yang siap diterbitkan dan diedarkan dalam skala nasional.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

search